Kesehatan

Nihil !!! Perkembangan Covid-19 Di Lima Provinsi

Nihil!!! Perkembangan Covid-19 di Lima Provinsi

https://www.rakyatberbagi.com/2020/06/nihil-perkembangan-covid-19.html


Pandemi Corona yang melanda berbagai negara di Dunia hingga kini belum juga usai. Dihimpun dari laman worldometers.info, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 7,7 juta. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, telah menetapkan enam ketentuan dalam penanganan virus corona, Salah satu ketentuannya adalah penyebaran wabah Covid-19 dapat dikendalikan, Jika Penyebaran wabah Covid-19 selama 14 hari terjadi penurunan. Terus Bagaimana Dengan Kondisi di negera kita Indonesia?
Pemerintah Indonesia mulai tanggal 15 Juni 2020 menerapkan kebijakan new normal saat pandemi virus corona. Sejumlah daerah pun mulai melonggarkan aturan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), seperti DKI Jakarta yang kini memasuki masa transisi PSBB. Prediksi awal Pemerintah soal Covid-19 di Indonesia melenceng dan tidak sesuai fakta di lapangan hari ini. Sebelumnya, pada penelitian berjudul “Prediksi Periode Penyebaran Kasus Covid-19 Berbasis Konteks”, kurva kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Mei. Selanjutnya pandemi ini akan mereda di awal Agustus 2020. Prediksi yang dibuat sejak awal Maret hingga 30 April 2020 disebutkan memiliki akurasi hingga 95 persen, karena angkanya mendekati angka riil yang disebutkan pemerintah melalui Gugus Tugas setiap hari. Namun, kondisi di lapangan, pada pertengahan Mei justru menunjukkan fakta yang sebaliknya. Peningkatan kasus terjadi begitu tinggi, jauh melampaui angka yang telah diprediksi sebelumnya. Rata-rata sebelumnya di angka 300-400 kasus per hari. Namun, pada pekan kedua Mei, jumlah kasus harian ada di rentang 600-700 kasus. Jumlah kasus positif virus corona terus menunjukkan peningkatan pada 9 dan 10 Juni lalu. Pemerintah mengumumkan, dalam satu harinya terdapat lebih dari 1.000 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

faktor yang membuat kurva semakin meningkat adalah masyarakat yang kembali melakukan aktivitasnya secara normal dan tidak menaati imbauan pemerintah. Imbauan protokol kesehatan dari Pemerintah tidak sepenuhnya dijalankan secara konsisten oleh sebagian masyarakat, Peningkatan aktivitas yang disebut kontraproduktif dengan upaya yang sudah diusahakan sejak awal pandemi terjadi ketika memasuki awal bulan Ramadhan.
Banyak masyarakat yang tidak memperhatikan protokol kesehatan saat membeli santapan berbuka puasa, berbelanja ke pasar, mengantre bantuan sembako, tetap menjalankan ibadah secara bersama-sama, dan sebagainya. “Momen ini berlangsung hampir di sepanjang Ramadhan, akhir April-akhir Mei 2020 dan diikuti dengan hari raya Idul Fitri pada akhir Mei 2020,”. Pada masa yang sama, banyak pemerintah daerah juga fokus untuk memantau pintu-pintu perbatasan guna mencegah terjadinya mudiknya masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lain. Namun, pemda tidak begitu fokus pada interaksi antar-masyarakat yang terjadi di wilayahnya.Oleh karena hasil prediksi pada simulasi pertama tidak berjalan sesuai dengan fakta di lapangan sejak pertengahan Mei 2020, maka dibuatlah simulasi baru dengan basis yang sama. faktor kelonggaran yang diberikan pemerintah dengan pemberlakuan New Normal.
“Kebetulan hari ini memasuki 100 hari penanganan kasus Covid-19. Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah pada Sabtu (13/6/2020).Hingga Sabtu (13/6/2020) siang, terdapat penambahan sebanyak 1.014 orang.Sehingga total kasus positif virus corona di Indonesia hari ini menjadi 37.420 orang. Hanya terdapat lima Provinsi di Indonesia yang pertambahan kasus positif Covid-19 nihil, diantaranya Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 “Achmad Yurianto”, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta. Sejauh ini, pemerintah mengumumkan penambahan pasien sembuh sebanyak 563 orang, total ada 13.776 orang dinyatakan sembuh.Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia ada 43 orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.091.Pasien yang dinyatakan sembuh tersebut telah menjalani dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction atau PCR dan hasilnya negatif.Achmad Yurianto, jubir pemerintah dalam penanganan wabah corona, menyebut bahwa masih ada pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Hal itu jugadisampaikan Yurianto pada konferensi pers yang digelar pada Sabtu sore (13/6/2020).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× How can I help you?