Memaknai 12 Tradisi Unik Tahun Baru Imlek

  • Whatsapp
Tradisi Unik Tahun baru Imlek, tahun baru imlek

Tradisi Unik Tahun Baru Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi, Tahun Baru Imlek tidak diragukan lagi merupakan acara terpenting dalam kalender Tionghoa, dan secara tradisional menjadi waktu untuk menghormati dewa-dewi serta leluhur keluarga.

Tiap tahun, masyarakat dan etnis Tionghoa merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek. Di 2021 ini, Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili atau Sin Cia tepat pada hari Jumad 12 februari 2021. ini disambut penuh suka cita bagi semua yang merayakan. Etnis Tionghoa di Indonesia pun bersiap-siap menyambut kedatangan hari spesial ini, merayakan Imlek dengan tenang karena telah ditetapkan sebagai libur nasional.

Bukan sekedar merayakan dengan kembang api dan kumpul keluarga, para warga Tionghoa juga memiliki rangkaian tradisi yang penuh makna. Tapi, tahukah kalian kalau ternyata ada beberapa tradisi unik yang dilakukan ketika Tahun Baru Cina? Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di Cina dan juga etnis Tionghoa di Indonesia, walaupun beberapa sudah mengalami asimilasi dan akulturasi.

Nah, menjelang Tahun Baru Cina atau tahun baru imlek, kita akan membahas 12 tradisi unik Tahun baru imlek yang biasa dilakukan untuk merayakannya. Kalian yang merayakan apa melakukan hal yang sama juga?

1. Bersih-bersih Rumah

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa biasanya melakukan bersih-bersih rumah. Tentu saja mereka tidak sekadar membersihkan, tapi juga mengganti perabot yang sudah usang dan bahkan mengecat ulang tembok rumah. Tahun baru juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengganti barang-barang yang lama.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa Membersihkan rumah dipercaya dapat membuang segala hal buruk atau negatif yang membawa petaka bagi orang dalam rumah tersebut. Karena itu, rumah harus sudah bersih di hari tahun baru.

Tradisi bersih-bersih ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa satu hari menjelang Imlek, karena dipercaya jika membersihkan rumah pada saat Imlek akan membuang keberuntungan di tahun tersebut.

2. Membersihkan Patung Dewa dan Dewi

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Selain bersih-bersih rumah, masyarakat Tionghoa tidak lupa membersihkan patung-patung dewa dan dewi. Mereka percaya bahwa sebelum Tahun Baru Cina, dewa-dewa akan naik ke langit dan meninggalkan patung-patung tersebut dalam keadaan kosong. Saat itulah patung-patung dibersihkan sebagai bentuk penghormatan terhadap dewa dan dewi.

3. Dekorasi Rumah Serba Warna Merah

Tradisi Unik Tahun baru Imlek, tahun baru imlek

mendekorasi rumah juga menjadi hal yang dilakukan menjelang Imlek. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas merah kerap berisikan karakter huruf berwarna emas atau hitam, yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Hal tersebut bukanlah hal yang aneh malahan tujuannya sebagai bentuk pengharapan yang bersifat positif terhadap tahun baru.

Tradisi ini dikabarkan sudah berkembang sejak masa Dinasti Han untuk memberikan keberuntungan kepada keluarga di setiap rumah.

Salah satu ciri khas dalam setiap perayaan tahun baru Imlek adalah penggunaan warna merah di segala tempat. Warna merah melambangkan sesuatu yang kuat, sejahtera, dan membawa hoki. Dinding rumah berwarna merah, lampion merah, amplop angpao merah. Bukan jadi hal yang aneh jika Imlek selalu didentikan nuansa merah.

Tidak hanya itu warna merah juga dipercaya dapat mengusir Nian atau sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung yang keluar saat musim semi atau saat tahun baru Imlek.

Nian sendiri dipercaya datang untuk mengganggu manusia terutama anak kecil. Itulah kenapa masyarakat Tionghoa menghias rumah, dan menggunakan pakaian, serta aksesoris berwarna merah pada saat Imlek.

Tradisi tahun baru Imlek lainnya adalah memasang gambar Dewa Penjaga Pintu. Ritual ini dipercaya untuk mengusir roh jahat dan menjaga rumah agar tetap aman.

4. Persembahan dan Sembahyang di Kuil

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Berdasarkan sebuah mitologi Cina, Zao Jun atau Dewa dapur selalu melaporkan hal yang baik dan buruk yang telah dilakukan manusia kepada kaisar langit. Untuk itu banyak keluarga di bumi berusaha menyanjungkannya dengan menyalakan petasan, membakar dupa, memberikan persembahan serta sebuah kue spesial tahun baru yang disebut Niángāo.

Hal itu dilakukan dengan harapan agar Zao jun bisa memberikan laporan yang baik tentang tindakan manusia serta memberkati keluarga mereka dengan kehidupan yang sehat dan kaya.

Untuk mendapatkan keberuntungan, warga Tionghoa juga akan pergi sembahyang ke klenteng atau ibdah bersama tengah malam sebelum Imlek. Mereka akan mendatangi makam leluhur dan memberikan persembahan. Persembahan tersebut dapat berupa buah-buahan, kue, daging, dan minuman seperti teh dan arak.

Di malam tahun baru, mereka juga melakukan sembahyang ke klenteng. Pemeluk agama Konghucu akan memanjatkan syukur atas tahun sebelumnya dan tidak lupa memohon agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik.

Cara itu juga bisa memberikan doa kepada para leluhur agar mereka bisa memberikan keberuntungan hidup, mulai dari pekerjaan hingga cinta.

5. Menyajikan hidangan khas Tahun Baru Imlek

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Tak lengkap rasanya merayakan hari spesial tanpa sajian yang nikmat. Saat tahun baru Imlek, kue keranjang, mie panjang umur, pangsit hingga jeruk menjadi sajian wajib yang harus dihidangkan.

Bagi masyarakat Tionghoa, makanan yang disajikan saat perayaan tersebut berlangsung minimal terdiri dari 12 jenis makanan yang melambangkan 12 macam shio dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.

Selain melambangkan shio, masing-masing makanan tersebut juga memiliki makna tersendiri Misalnya, ayam utuh yang melambangkan kemakmuran keluarga, mie panjang yang melambangkan panjang umur yang cara menyantapnya tidak boleh dipotong atau kue lapis legit yang mengartikan rezeki yang berlapis-lapis serta jeruk yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan.

6. Pertunjukan Liong dan Barongsai

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Dalam kepercayaan orang China, Liong (naga) dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian naga dan singa ini dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan serta salah satu cara mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia. Maka tidak heran pertunjukkan ini selalu ada dalam setiap perayaan Imlek.

Pertunjukan Liong dan Barongsai menjadi salah satu tradisi Imlek yang paling populer, bahkan untuk khalayak ramai sekalipun. Pertunjukan yang menggunakan kostum unik ini biasanya dilakukan oleh dua orang akrobat yang akan mengisi bagian bagian kepala dan satu lagi tubuh singa bagian belakang.

Tidak hanya sekedar atraksi, pertunjukan Liong dan Barongsai diyakini hadir karena monster yang muncul dan merusak sebuah kampung di daratan China dan membuat warga di sana ketakutan. Di tengah kecemasan itu muncullah singa atau barongsai yang kemudian mengusir monster tersebut.

Alih-alih pergi, justru sang monster dendam dan menyerang kembali kampung tersebut. Sehingga warga kemudia menyamar menjadi singa untuk menakuti monster tersebut.

Walaupun keberadaan monster tersebut sudah tak muncul lagi, namun pertunjukan barongsai tetap dilakukan sebagai simbol untuk mengusir pertanda buruk ketika menjelang perayaan Imlek.

7. Membagikan Angpao Sambil Memberikan Ucapan Imlek

 

abgpao tahun aru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Bagi anak-anak pembagian angpao menjadi momen yang paling dinantikan. Dilansir dari Wikipedia, tradisi memberikan uang dalam amplop merah ini melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Pemberi angpao biasanya merupakan pasangan yang sudah menikah sambil memberikan ucapan Imlek. Sedangkan, penerima angpao seharusnya yang belum menikah atau anak kecil.

8. Menyalakan Petasan dan Kembang Api

Kembang api tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Petasan dan kembang api memang identik dengan sebuah perayaan besar, terutama pada saat tahun baru. Namun yang membedakan ialah petasan untuk tahun baru China ialah dibuat dari gulungan kertas merah yang kemudian diberi bubuk mesiu.

Selain untuk memeriahkan perayaan yang berlangsung setahun sekali ini, menurut kepercayaan Tionghoa menyalakan kembang api dan petasan rupanya bukan sekadar bentuk perayaan saja. Kegiatan ini berasal dari legenda monster nian sekitar 2000 tahun lalu. Pada zaman itu, orang-orang membakar bambu untuk mengusir setan.

9. Festival lampion

Tradisi unik Tahun baru Imlek

Salah satu hal yang juga tak boleh dilewatkan yakni lampion. Festival lampion biasanya dilaksanakan di akhir peryaan Imlek atau diakhiri dengan bulan purnama. Biasanya hal ini kerap di rayakan sebagai bentuk reuni bersama keluarga.

Selain itu banyak orang menuliskan fu (福 – Fú) untuk mendatangkan keberuntungan bagi mereka di tahun mendatang sebelum melepaskan lampion ke langit. Ada juga lampion Kongming yang dianggap sangat penting ketika festival lampion.

Orang-orang akan menuliskan harpaan mereka pada setiap sisi lampion. Tujuannya agar lampion yang dilepaskan dapat terbang tinggi hingga ke surga sehingga bisa mengabulkan permohonan mereka di tahun baru.

10. Melepas Burung Pipit

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Tradisi lainnya yang dilakukan di Tahun Baru Cina adalah melepas burung pipit. Tentu saja ada makna di baliknya. Melepas burung pipit ditujukan untuk meminta keberuntungan dan umur panjang. Karena itu, masyarakat Tionghoa akan membeli burung pipit sesuai jumlah usia mereka untuk dilepas. Terkadang, mereka juga membeli 100 ekor burung pipit sekaligus untuk satu keluarga.

11. Menempelkan Puisi

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Di malam Imlek, orang-orang Tionghoa tidak lupa untuk melakukan tradisi menempelkan puisi. Puisi tahun baru ini disebut Chun Lian dan ditulis di kertas merah dengan tinta emas atau hitam. Mereka akan mengisi kertas tersebut dengan doa dan harapan sebelum ditempelkan di pintu, jendela, atau dinding rumah di malam tahun baru.

12. Makan Yu Sheng

tahun baru imlek, tradisi unik tahun baru imlek

Di makan malam keluarga, ada satu menu yang dianggap wajib untuk dihidangkan, yaitu yu sheng atau yee sang. Yu sheng terdiri dari irisan lobak, rebung, jahe, timun, wortel, jeruk bali, dan ikan mentah yang kemudian diberi saus.

Cara makannya juga diatur lho. Sebelum makan, sekeluarga harus mengaduknya bersama-sama, kemudian mengangkat isi hidangan tersebut tinggi-tinggi menggunakan sumpit. Semakin tinggi kita mengangkatnya, maka semakin cepat pula harapan kita terkabul dan keberuntungan menghampiri

Memaknai Tahun Baru Imlek

Dari dua belas tradisi unik tahun baru imlek atau tahun baru cina di atas, nomor berapa yang masih dilakukan di keluargamu? Atau masih ada tradisi yang belum disebutkan di atas? Bagikan ceritamu dengan kami yuk.

Baru-baru  dunia perfiliman indonesia meluncurkan film “Bidadari Mencari Sayap” yang disutradarai Aria Kusumadewa. Ada beberapa tradisi tionghoa dan tradisi tahun baru imlek yang diulas di film tersebut. film ini menceritakan sebuah keluarga berbeda etnis yang berjuang mengatasi permasalahan mereka untuk mampu menghargai perbedaan. untuk lebih jelas tentang film ini bisa baca selengkapnya di sinopsis film bidadari mencari sayap

Tidak dapat dipungkiri tradisi-tradisi diatas menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan ketika hari raya Imlek tiba. Beberapa bahkan memiliki nilai sejarah serta kebaikan didalamnya dan menggambarkan arti hari raya Imlek bagi masyarakat Tionghoa.

Terlepas dari tradisi apa yang paling menggambarkan perayaan hari besar Imlek ini, hal lain yang lebih penting adalah bagaimana Kita memaknainya. Gong Xi Fa Cai!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *